Bantargebang Penghasil Gas Metana Kedua Terbesar di Dunia, Apa Dampaknya?

Bantargebang Disorot Dunia gegara Penghasil Kedua Metana Dunia, Apa Itu?

(Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi kembali menjadi sorotan dunia. Sepanjang tahun 2025, lokasi ini tercatat sebagai penghasil emisi gas metana terbesar kedua di dunia, tepat di bawah TPA Campo de Mayo di Argentina.

Temuan ini dirilis oleh UCLA Emmett Institute melalui STOP Methane Project pada April 2026. Berdasarkan data satelit Carbon Mapper, Bantargebang memuntahkan lebih dari enam ton emisi metana setiap jamnya.

Apa Itu Gas Metana?

Metana adalah salah satu gas rumah kaca paling kuat, yang sebagian besar terbentuk di dekat permukaan bumi akibat aktivitas mikroorganisme, seperti di sawah, tempat pembuangan sampah, perut hewan ternak, serta aktivitas manusia seperti penambangan dan pengeboran gas.

Secara alami, metana bisa diurai di atmosfer oleh radikal hidroksil dan berubah menjadi karbon dioksida dan air dalam waktu sekitar delapan tahun. Tapi karena manusia terus menghasilkan metana dalam jumlah besar, gas ini kini menjadi penyumbang utama pemanasan global.

Walau jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding karbon dioksida (CO₂), metana punya daya pemanasan hingga 80 kali lebih kuat dalam jangka pendek. Konsentrasi metana di udara saat ini sudah mencapai hampir 1950 bagian per miliar (ppb) naik lebih dari 2 kali lipat sejak zaman pra-industri.

Selain mempercepat pemanasan global, metana juga bisa merusak lapisan ozon di dekat permukaan bumi, yang berbahaya bagi kesehatan. Metana juga tersimpan dalam jumlah besar di dasar laut dan tanah beku di kutub. Jika suhu bumi terus naik, gas ini bisa lepas ke udara dan mempercepat krisis iklim.

Alarm Peringatan dari Luar Angkasa

Dikutip dari laman UCLA Law, dahulu, emisi metana sering dianggap sebagai ‘polutan tersembunyi’ karena tidak kasat mata. Namun, laporan UCLA Emmett Institute menunjukkan kini, teknologi ruang angkasa seperti satelit Tanager-1 dan instrumen EMIT milik NASA mampu memetakan lebih dari 2.900 semburan emisi metana di 707 lokasi seluruh dunia.

Direktur Eksekutif UCLA Emmett Institute, Cara Horowitz, menyebut kecanggihan satelit ini sebagai titik balik dalam perlindungan lingkungan.

“Metana selama bertahun-tahun menjadi gas polutan tersembunyi. Namun, sekarang kita bisa melihat emisi yang sangat besar ini menggunakan satelit dan menjadikannya sebagai alarm peringatan bagi dunia,” kata Horowitz, dikutip dari detikEdu, Kamis (21/5/2026).

Mengingat lokasi pembuangan sampah besar seperti Bantargebang seringkali berdekatan dengan kawasan permukiman padat, temuan ini menjadi pengingat mendesak bagi pemerintah dan operator TPA untuk segera mengambil langkah praktis guna menekan risiko kesehatan publik dan dampak buruk bagi lingkungan.

Kondisi Pengelolaan Sampah di Indonesia

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kondisi pengelolaan sampah di Indonesia masih memprihatinkan. Dikutip dari laman GoodStats, komposisi pengelolaan sampah di Indonesia masih sangat timpang.

Dari total sampah yang dihasilkan, hanya sekitar 25% yang berhasil dikelola, sementara 75% lainnya belum terkelola dengan baik.

Artinya, mayoritas sampah di Indonesia masih belum melalui proses pengolahan yang memadai, seperti daur ulang, pengomposan, atau konversi menjadi energi. Sebaliknya, sebagian besar sampah tersebut berpotensi menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), mencemari lingkungan, atau bahkan berakhir di sungai dan laut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah Indonesia masih menghadapi tantangan besar, baik dari sisi infrastruktur, kebijakan, maupun perilaku masyarakat. Selain itu, rendahnya angka pengelolaan juga mengindikasikan bahwa praktik seperti pemilahan sampah dari sumber masih belum berjalan optimal.

Di sisi lain, tingginya persentase sampah yang tidak terkelola menjadi sinyal bahwa upaya perbaikan harus segera dilakukan. Tanpa intervensi yang signifikan, volume sampah yang terus meningkat berisiko memperparah pencemaran lingkungan dan menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat.

Salah satu contoh nyata adalah TPST Bantargebang yang menjadi tempat pembuangan sampah terbesar di Indonesia. Dalam beberapa kasus, gunungan sampah di lokasi ini bahkan pernah longsor dan menimbulkan korban jiwa.

Masalah utama di Indonesia bukan hanya volume sampah yang besar, tetapi juga pendekatan pengelolaannya. Sampah umumnya hanya berpindah dari rumah ke TPA, tanpa melalui proses pengolahan yang memadai seperti daur ulang atau konversi energi.

Selain itu, keterbatasan infrastruktur, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, serta lemahnya implementasi kebijakan menjadi faktor yang memperparah kondisi ini.

Solusi Pengelolaan B3 Terintegrasi untuk Industri

Untuk memastikan pengelolaan lingkungan berjalan dengan baik terutama terhadap paparan B3, PT Sumber Surya Kalvari (SSK) hadir dengan layanan Site Clean Up.

Layanan ini mencakup pembersihan lahan terkontaminasi B3 dengan sistem bioremediasi, soil washing, dan off-site treatment (disposal). SSK memiliki cabang di banyak daerah dengan jangkauan luas di seluruh Indonesia.

Sejak berdiri tahun 2012, SSK sudah jadi mitra andalan industri dan pemerintah dalam pengelolaan limbah B3 dan non-B3. Beberapa layanan unggulannya antara lain:

  • Hazardous Waste Transportation & Collection (pengangkutan dan pengumpulan limbah B3)
  • Waste Scrap Collection (pengumpulan scrap industri)
  • Industrial & Tank Cleaning (pembersihan fasilitas dan tangki industri)
  • Site Clean Up (penanganan lahan terkontaminasi)
  • Used Oil, Used Cooking Oil, & Solvent Collection (pengumpulan oli bekas, minyak jelantah, dan solven)
  • Hazardous Waste & Oil Spill Response Equipment (penyediaan peralatan pengendalian tumpahan minyak).

Dengan SDM yang dipastikan berpengalaman dan teknologi ramah lingkungan, SSK selalu mengedepankan keselamatan kerja dan keberlanjutan. Semua layanan dirancang agar industri bisa beroperasi lancar tanpa mengorbankan lingkungan.

Bagi kita, pengelolaan limbah bukan sekadar kewajiban, tapi juga bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan. Oleh sebab itu, penting untuk bekerja sama dengan pihak yang paham betul soal standar keamanan dan efisiensi.

Kalau kamu sedang mencari solusi pengelolaan limbah yang praktis dan terjamin, langsung aja kunjungi laman resmi PT Sumber Surya Kalvari (SSK). Atau, kalau lebih nyaman belanja online, kamu juga bisa cek official store SSK di Tokopedia dan TikTok untuk lihat produk, promo, dan update terbaru soal pengelolaan limbah industri.

Karena menjaga bumi dan keselamatan kerja bukan cuma urusan besar, tapi juga dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.