Dikaitkan dengan Program MBG, Yuk Kenali Limbah Industri Pangan
Pemerintah tengah menggalakkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski program ini memiliki dampak positif seperti meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan, isu limbah kerap menjadi persoalan.
Kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI (Bappenas) menunjukkan sisa makanan dari program MBG mencapai 1,1-1,4 juta ton per tahun. Ironisnya, dari jumlah tersebut, 451-603 ribu ton di antaranya merupakan edible food atau makanan yang sebenarnya masih bisa dikonsumsi.
Jenis-jenis Limbah MBG

Namun, sebelum berbicara tentang bagaimana cara mengelolanya, perlu diketahui apa saja jenis limbah yang dihasilkan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG):
- Limbah Organik
Limbah organik berasal dari sisa makanan seperti nasi, sayur, lauk, dan bahan pangan yang tidak terpakai. Jenis limbah ini mudah terurai, tetapi jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bau, menghasilkan gas metana, dan mencemari lingkungan.
Pengelolaan yang tepat untuk limbah organik antara lain melalui komposting atau pemanfaatan kembali sebagai pakan ternak.
- Limbah Anorganik
Bungkus makanan adalah salah satu contoh dari limbah anorganik yang kerap dihasilkan dalam program MBG. Dibandingkan dengan limbah organik, limbah jenis ini biasanya lebih sulit terurai.
Misalnya saja seperti bungkus plastik. Setidaknya butuh waktu bertahun-tahun hingga limbah ini terurai sepenuhnya.
Dibandingkan dengan limbah organik, limbah anorganik justru perlu mendapatkan perhatian lebih. Dalam industri pangan, skala limbah yang dihasilkan juga sangat besar.
Jasa pengolahan limbah seperti PT Sumber Surya Kalvari (SSK) mungkin dibutuhkan untuk mengelola beberapa jenis limbah anorganik. Selain itu, SSK juga bisa mengolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti ompreng, limbah sabun, hingga gas sisa produksi.
- Limbah Cair
Limbah cair dihasilkan dari proses pencucian bahan makanan, peralatan dapur, serta sisa cairan makanan. Jika dibuang langsung tanpa pengolahan, limbah ini dapat mencemari sumber air dan mengganggu ekosistem.
Pengolahan limbah cair melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) menjadi solusi yang perlu diterapkan, terutama dalam skala besar seperti program MBG.
Solusi Pengelolaan Limbah B3 Terintegrasi untuk Industri

Untuk memastikan pengelolaan lingkungan berjalan dengan baik terutama terhadap limbah B3, PT Sumber Surya Kalvari (SSK) hadir dengan layanan Hazardous Waste Transportation & Collection.
Layanan ini mencakup pengumpulan dan pengangkutan limbah B3 maupun non B3 seperti limbah minyak bekas beserta residu dasar tangki, kemasan bekas, aki atau baterai bekas, WWT sludge, aluminium, scrap, painting sludge, dll. SSK memiliki cabang di banyak daerah dengan jangkauan luas di seluruh Indonesia.
Sejak berdiri tahun 2012, SSK sudah jadi mitra andalan industri dan pemerintah dalam pengelolaan limbah B3 dan non-B3. Beberapa layanan unggulannya antara lain:
- Hazardous Waste Transportation & Collection (pengangkutan dan pengumpulan limbah B3)
- Waste Scrap Collection (pengumpulan scrap industri)
- Industrial & Tank Cleaning (pembersihan fasilitas dan tangki industri)
- Site Clean Up (penanganan lahan terkontaminasi)
- Used Oil, Used Cooking Oil, & Solvent Collection (pengumpulan oli bekas, minyak jelantah, dan solven)
- Hazardous Waste & Oil Spill Response Equipment (penyediaan peralatan pengendalian tumpahan minyak).
Dengan SDM yang dipastikan berpengalaman dan teknologi ramah lingkungan, SSK selalu mengedepankan keselamatan kerja dan keberlanjutan. Semua layanan dirancang agar industri bisa beroperasi lancar tanpa mengorbankan lingkungan.
Kalau kamu sedang mencari solusi pengelolaan limbah yang praktis dan terjamin, langsung aja kunjungi laman resmi PT Sumber Surya Kalvari (SSK). Atau, kalau lebih nyaman belanja online, kamu juga bisa cek official store SSK di Tokopedia dan TikTok untuk lihat produk, promo, dan update terbaru soal pengelolaan limbah industri.
Karena menjaga bumi dan keselamatan kerja bukan cuma urusan besar, tapi juga dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.
